Beli Mobil CRV Pakai Hafalan Quran Surat An Naba




Assalamualaikum Wr Wb..

Allahuma sholli ala sayyidina Muhammad, wa’ala aliy sayyidina Muhammad..

Para pembaca yang dirahmati Allah, saya ingin bercerita salah satu episode kehidupan saya yang belum lama ini diberikan oleh Allah, di mana menurut saya ini adalah sebuah pengalaman yang sangat unik dalam perjalanan hidup saya, dalam pencarian saya atas segala kebesaran Allah. Ya, seperti pada judulnya, atas izin Allah saya dimampukan membeli sebuah mobil CRV, pakai hafalan Quran Surat An Naba. Saya katakan begitu, karena saya tidak punya cukup uang, yang saya punya saat itu ya hafalan, itu pun “baru” surat An Naba.



Raih Impianmu dengan Doa Hebat di Malam Lailatul Qadar: Allahuma Innaka Afuwunkariim


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Para pembaca sekalian, rasanya blog ini sudah lama sekali tidak diupdate. Mungkin malah terakhir kali update postingan adalah ketika bulan Ramadhan tahun lalu. Artinya, hanya setahun sekali saya sempet posting di sini. Dan setahun sekali itu, adalah ketika saya sedang memposting materi yang akan saya bawakan untuk kultum Tarawih di kampung saya, Semarang. Seperti yang sedang Anda baca kali ini.



Tauhid yang Azzam




Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarokatuh

Bissmillahirahmanirahim

Innalhamdalillah wanasta’inuhu wanastaghfiruhu
Wanaudzubillahi min syuruni anfusina waminsyai’ati amalina
Mayahdillahu falamudilalah wamayudhil walahadilalah
Wa’ashadualailaha’ilallahuwahdahula syarikala
Wa’ashaduanna muhammadan absuhu warosuluhu ammaba’du
Robbisrohli sodli wayasirli amri wahluludatanminlisani yafkohuqouli

Para pembaca yang dirahmati Allah, saya ingin menceritakan materi yang insha Allah akan saya bawakan pada kultum tarawih bulan Ramadhan 2017 depan. Mudah-mudahan Allah memberikan izin Nya sehingga saya tak terputus dalam mengemban dakwah sejak Ramadhan 2014 silam. Dan semoga pembaca sekalian yang membaca materi ini pun terhitung sebagai amalan ibadah tersendiri.

Pada kesempatan kali ini saya menuliskan sebuah materi yang terasa cukup berat. Sebab ini bukan hanya berkaitan dengan hubungan kita dengan sesama manusia, bukan sekedar hubungan kita dengan keluarga, dengan orang tua, dengan suami atau istri, jauh lebih dari itu. Ini adalah hubungan kita dengan yang menciptakan kita, dan yang memiliki segalanya, yaitu Allah SWT.



Seminar Gratis Ippho Santosa 2016, Rahasia Sukses Penulis Mega Best Seller 7 Keajaiban Rezeki



                
Ippho Santosa Seminar Gratis 2016
Ippho Santosa Seminar Gratis 2016

Ippho Santosa adalah motivator internasional sekaligus penulis yang hampir seluruh buku yang diterbitkannya sukses meraih penghargaan best seller bahkan mega best seller. Karyanya menjadi menarik sebab Ippho Santosa tidak hanya menekankan aspek-aspek logika saja di dalam kajian motivasinya, namun justru lebih mengutamakan aspek ibadah seperti sholat Dhuha, sedekah, atau berbakti kepada orang tua, sehingga diharapkan kita semua memiliki rezeki yang tidak sekedar berlimpah namun juga berkah.



Morotai Island dan Dodola Beach: Pesona Keindahan Dunia di Maluku Utara



Morotai Island dan Dodola Beach adalah tempat wisata di Maluku Utara yang sedang gencar didatangi wisatawan. Pasalnya, pada tahun 2016, Ajang Anugerah Pesona Indonesia menetapkan Morotai sebagai Juara 1 Kategori Tujuan Wisata Baru Terpopuler di Indonesia.

Penetapan tersebut tentu tidak dilakukan dengan asal, apalagi mengingat luasnya negara Republik Indonesia ini, mengapa bisa Morotai yang menjadi pemenang, ada daya tarik apa di pulau tersebut?

Kebetulan di tahun 2016 ini saya diberi kesempatan oleh Allah swt untuk menginjakan kaki di Morotai dan Pantai Dodola. Dan saya melihat sendiri betapa Maha Agungnya Allah menciptakan pulau dengan beragam jenisnya, hingga memang menjadi benar-benar begitu indah.
 
Pantai Dodola di Morotai
Pantai Dodola di Morotai



Suatu Hari Ketika Ippho Santosa Menemuiku di Ternate




Assalamualaikum wa Rahmatullah

Kalau memang berjodoh, dua orang yang tak kenal sekalipun pasti bertemu. Dan kalau tidak berjodoh, biar diupayakan seperti apapun juga tidak akan ditemui. Begitulah kiranya kalimat yang menggambarkan pertemuan saya dengan motivator internasional bernama Ippho Santosa. 



Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Tempat Nabi Yusuf Bekerja






Seandainya Bapak Presiden Republik Indonesia datang kepada kita, kemudian Beliau berkata, “Pilihlah sebuah pekerjaan yang kamu sukai di antara sekian banyak lapangan pekerjaan di negeri ini, maka akan aku berikan satu pekerjaan itu untukmu.” Kira-kira apa yang akan kita ucapkan?

Alkisah di sebuah negeri yang makmur, hiduplah seorang raja yang terkagum dengan sosok seorang pemuda. Dia begitu cerdas rupawan dan mampu mengatasi berbagai persoalan di negeri tersebut. Hingga akhirnya sang raja menawarkan kepada pemuda itu sebuah kedudukan di kerajaan tersebut. Pemuda itu berkata, “Jadikanlah aku bendahara negara, sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, lagi berpengetahuan.”



REZEKI YANG TIDAK DISANGKA


Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh

Bismillahirrahmanirrahim

Pada kesempatan kali ini, kita akan berbicara tentang keajaiban, yaitu Rezeki yang Tidak Disangka. Ini adalah sebuah topik yang sangat besar, bahkan saya sendiri pun merasa kurang patut untuk menyampaikan hal yang sedemikian luar biasa ini. Namun akan saya coba mengemasnya menjadi sederhana sehingga mudah diterima dan diterapkan dalam kehidupan kita, sehingga Insha Allah akan ada banyak keajaiban yang datang dalam hidup kita, khususnya dalam hal rezeki.


Asmaul Husna, Makna dan Kandungan (bagian 3)

Asmaul Husna, Makna dan Kandungan

Assalamualaikum Warahmatullah
Asma’ul Husna bagian ketiga ini adalah lanjutan dari Asma’ul Husna bagian pertama dan kedua.
Saya mengambil ini dari sebuah buku berjudul Medical Asmaul Husna karangan dr. Ichsanul Kamil. Dalam sebuah dalil Allah swt menyebutkan bahwa Dirinya amat begitu dekat dengan hamba-Nya. Seberapa dekatnya Allah pada kita? Allah lebih dekat daripada denyutan nadi kita. Masha Allah, jadi sebenernya Allah itu berada di dalam diri kita. Kasih sayang-Nya merasuk ke seluruh penjuru sel tubuh manusia.


Umroh Ramadhan Bermodal Janji


 

Semua berawal dari janjiku kepada orang tuaku untuk umroh bersama di bulan Ramadhan. Padahal jelas saat itu kondisi keuanganku masih sangat buruk. Ketika itu aku hanyalah seorang anak magang dengan honor tak lebih dari 850 ribu per bulan

"Ibu, adakah sebuah hal yang ingin Ibu laksanakan tapi belum tercapai?" begitu tanyaku kepada Ibu saat itu. Saat itu tepat bulan Juli tahun 2014, sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan.

"Ibu ingin sekali berangkat umroh Ramadhan bersama keluarga. Pahala umroh di bulan Ramadhan sama seperti pahala naik haji." begitu jawab Ibu.

Aku terkejut mendengar jawaban dari Ibu. Bukan masalah umrohnya. Yang membuat aku terkejut adalah keinginan Ibu ini persis seperti keinginan dari ibu salah satu motivator yang aku kagumi. Kata beliau, Allah pasti akan memberi jalan bagi anak yang ingin berbakti kepada orang tuanya. Ketika kita berkata 'iya' maka Allah akan memberi kemudahan.

Maka aku jawab, "Insha Allah Ramadhan tahun 2016 kita umroh bareng-bareng , Bu." Aku jawab tahun 2016 karena menurutku itu adalah jawaban paling rasional saat itu. Paling cepat dan paling masuk akal dengan pendapatanku.

Beberapa bulan berlalu, akhirnya aku diangkat menjadi CPNS. Alhamdulillah pendapatanku bertambah. Namun itu tidak membuat gaya hidupku berubah.

"Bro, sudah ganti handphone merek apa?" tanya seorang kawanku.

"Engga ganti. Yang ini masih bisa dipakai kok. Aku malah mau beli buat ibuku dulu aja." kataku sambil memainkan handphoneku yang sudah tergolong ketinggalan jaman itu.

"Aduh, jangan mempermalukan nama instansi dengan gaji besar begini, cuy. Belilah handphone merek apa terserah, masak masih mau pakai yang itu?" jawab temanku tadi.

"Hehe ngga ada yang malu-maluin kok. Santai aja." Jawabku santai.

Tepat di hari ulang tahun ibuku, aku membelikan handphone keluaran terbaru dimana punyaku sendiri masih ketinggalan sangat jauh dari itu. Ah bukan masalah bagiku. 

"Ini namanya aplikasi whatsapp, Bu. Kalau mengirim pesan pakai ini gratiiis. Ibu juga nanti bisa ngirim gambar lewat sini." begitu caraku mengajarkan sebuah teknologi yang masih baru di mata Ibuku. Alhamdulillah Ibu senang dan bisa memakai. Saking senangnya Ibu menceritakan itu kepada teman-teman kantornya. Ah betapa senangnya diriku. Handphone ketinggalan jaman tak masalah. Insha Allah masih ada rezeki lainnya.

Tanpa aku duga, tiba-tiba aku dimutasikan ke salah satu sudut Indonesia timur. Tepatnya di Ternate, Maluku Utara. Di sinilah sekarang aku berada. Ternate adalah kota yang mahal. Satu kali makan di sini harus merogoh kocek sekitar 15 ribu. Belum lagi tiket pesawat untuk pulang pergi kadang bisa sampai menyentuh angka 5 juta.

Di sisi lain, aku masih mempunyai janji untuk umroh Ramadhan bersama ibuku. Aku memerlukan banyak sekali dana untuk itu. Insha Allah pasti selalu ada jalan.

Hari-hari pertama di Ternate ku gunakan untuk mencari warung makan yang murah. Alhamdulillah tidak ketemu karena rata-rata mereka sudah mematok harga yang sama yaitu 15 ribu. Untungnya aku menemukan sebuah warung yang porsi makannya lumayan banyak. 

Aku membeli sebuah tempat makan. Aku bawa itu setiap aku makan di warung tadi. Di situ aku hanya memakan separuh, lalu sisanya aku masukan tempat makan untuk nanti.

Esok harinya aku menemukan sebuah warung yang memperbolehkan aku untuk makan setengah porsi. Dengan harga yang juga setengah tentunya. Letaknya sangaat jauh. Namun tidak masalah selama masih bisa terjangkau kaki setiap hari aku berjalan ke sana.

Sehingga total pengeluaran harianku sudah relatif rendah. Umroh Ramadhan di tahun 2016 sudah bukan menjadi hal mustahil lagi.

Beberapa bulan berlalu dengan rutinitas makan seperti itu. Tiba-tiba seluruh pegawai di instansiku dikagetkan dengan kabar mengejutkan di akhir tahun 2014.

"Akhirnya tunjangan kita naiiiikk. Setelah sekian lama kerja di sini, baru kali ini naik. Sungguh beruntung dirimu, baru masuk langsung naik gaji." kata pegawai kantorku. Alhamdulillah. Ada rezeki untuk umroh. 

"Terhitung mulai tanggal berapa naiknya, Mas?" tanyaku.

"Bulan Juli 2014. Lumayan banget 'kan?" jawab pegawai senior di kantorku tadi.

Masha Allah. Sungguh benar apa kata motivator tempo lalu. Allah selalu akan memberi kemudahan kepada anak yang berbakti kepada orang tua.

Bulan Juli 2014 adalah bulan ketika aku menjanjikan umroh Ramadhan kepada Ibuku. Ternyata Allah menaikkan gaji instansiku secara tak terduga terhitung tepat mulai bulan Juli tersebut. Dengan pola hidupku tadi, aku bisa menabung lebih banyak lagi.

Suatu hari aku dipanggil oleh kepala seksi di kantorku. Ternyata aku ditunjuk sebagai salah satu pejabat pengelola keuangan kantor. Dengan berbagai pertimbangan, aku yang memenuhi syarat sebagai pengganti posisi tersebut karena pejabat sebelumnya pindah terkena mutasi. Masha Allah, dengan demikian berarti rezekiku bertambah lagi. 

“Ibu, kita umroh di Ramadhan tahun 2015 saja.” Kataku kepada Ibu lewat telepon.

“Hei, uang darimana? Ramadhan tahun 2015 sudah dekat.”

“Insha Allah sudah cukup untuk berangkat di tahun ini, Bu.”

*****

Sekarang bulan Maret 2015. Tiga bulan lagi Ramadhan tiba. Aku dan keluarga sudah selesai mengurus paspor keberangkatan. Insha Allah kami berangkat tahun 2015 ini.

Ini akan menjadi perjalanan spiritualku yang tak akan pernah aku lupakan seumur hidupku. Aku semakin yakin bahwa berbakti kepada orang tua akan memudahkan rezeki. Aku menjanjikan umroh di tahun 2016, insha Allah justru aku akan berangkat di tahun 2015 ini. Yang aku sesalkan, mengapa tidak dari dulu saja aku menjanjikan umroh kepada Ibuku? Dengan begitu kan gajiku bisa naik terhitung mulai tanggal dari dulu pula. Hihi ...


Foto dalam Masjid Nabawi dan Masjidil Haram, 
Fabiayyi ala irobbikuma tukadziban...